Keraton Yogyakarta Dan Mitos Beringin Kembar

Salah satu bukti Indonesia adalah negara yang sangat kaya, adalah banyaknya jenis istana di berbagai pelosoknya. Keraton Yogyakarta Hadiningrat adalah salah satunya, yang punya banyak mitos dan cerita.


Kraton Yogyakarta Hadiningrat (Faya/ detikTravel)

Sebagai salah satu objek wisata paling diincar turis di Yogyakarta, Keraton menyimpan banyak cerita. Keraton Yogyakarta Hadiningrat adalah istana sekaligus rumah tinggal Sultan Hamengkubuwono selama beberapa generasi.

Dibangun sejak 1756, Keraton menjadi pusat sekaligus 'ruh' warga Yogyakarta. Namun selain sejarah, Keraton tak lepas dari mitos yang mengelilinginya. Mitos paling terkenal tentu saja adalah beringin kembar.

Beringin kembar ini terletak di Alun-alun Selatan komplek Keraton. Anda akan menemukan Plengkung Gading, yakni gerbang masuk Alun-alun. Sesuai namanya, beringin kembar adalah 2 pohon beringin besar yang berdiri berdampingan.

Mitos yang beredar di masyarakat, Anda yang berhasil melewati beringin kembar dengan mata tertutup berarti hatinya bersih dan lapang. Namun rupanya, tradisi yang disebut Masangin itu sudah ada sejak zaman Kesultanan Yogyakarta masih berjaya.

Masangin biasa dilakukan tiap malam 1 suro, saat ritual Topo Bisu dilakukan. Pada masa itu, para prajurit dan abdi dalem mengelilingi benteng dan tidak boleh mengucap 1 kata pun. Berbaris rapi mengenakan pakaian lengkap adat Jawa, mereka berjalan dari halaman Keraton menuju pelataran alun-alun. Melewati kedua pohon beringin tersebut.

Hal itu diyakini untuk mengalap berkah dan meminta perlindungan dari banyaknya serangan musuh. Dari situlah mitos mulai berkembang. Kalau bisa melintasi dua pohon beringin kembar itu dengan mata tertutup, semua permintaan kita akan dikabulkan.


Beringin Kembar di Alun-Alun Selatan
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih